Langsung ke konten utama

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)


Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Fyi, ini jadi yang pertama setelah sekian lama aku nggak pakai softlens lagi ( kira-kira hampir dua tahunan). Sejak punya bayi, boro-boro kepikiran pakai softlens, dandan pakai lipstik dan bedak aja udah alhamdulillah. Hehe.

Content: Polymacon 58%, water 42%

Softlens yang mau aku review kali ini adalah softlens New More Dubai. Ini bukan made in Dubai ya. Softlens ini buatan Korea tapi emang merknya Dubai. Ini aku beli di Shopee. Harganya murah banget cuy, cuma 28 ribu aja! Sempet sih ada rasa takut karena harganya yang murah. Apalagi belinya online, takut nggak sesuai harapan. Tapi karena banyak review positif, akhirnya aku beli juga deh. Lagi pula aku bakal jarang banget pakai. Jadi ya sayang aja kalau beli yang mahal-mahal.


Dari sekian banyak warna, aku memilih warna Honey Brown. Warnanya cerah banget. Coklat muda agak kekuningan gitu. Walaupun gonjreng menurutku warna ini cocok dipake untuk sehari-hari ataupun ke acara kondangan. Tapi bagi yang nggak terlalu pede, aku lebih menyarankan untuk memilih warna yang lebih gelap.

Pemakaian di dalam ruangan

Pemakaian di luar ruangan


Aku sendiri cukup pede memakai warna ini. Aku juga suka pinggirannya yang borderless. Jadi kesannya soft. Sayangnya, ternyata warna ini kurang cocok buat kulitku yang middle tone ini karena bikin kulit wajahku kelihatan kusam. Mungkin harusnya aku pilih warna yang sedikit lebih gelap.

Untuk kenyamanan, aku sih cukup nyaman. Saat dipakai nggak terlalu mengganjal di mata. Aku juga bisa melihat dengan jelas, nggak ada distorsi dari warna softlensnya. Cuma saat placement-nya, softlens ini agak susah diatur. Begitu menyentuh bola mata, kayak udah nempel banget gitu. Untuk membetulkan ke posisi yang seharusnya, nggak cukup dengan kedip-kedipin mata atau meneteskan cairan. Harus digeser-geser pakai jari baru bisa pas. Bagi yang baru awal nyobain pakai softlens aku nggak terlalu merekomendasikan softlens ini.

Pemakaian terlama sejauh ini 8 jam. Rata-rata standar pemakaian softlens memang segitu. 6 jam pertama aku merasa nggak ada masalah. Lebih dari itu mataku mulai kering, pedih, merah dan mengganjal. Rasanya pengen langsung dicopot aja.

Jujur ya, hari pertama pemakaian mataku merah banget. Bahkan setelah softlens dicopot pun mataku masih merah. Tapi belum tentu itu karena softlensnya jelek. Mungkin karena udah lama nggak pakai jadi harus beradaptasi lagi dari awal. Atau mungkin tanganku kurang bersih waktu membersihkan softlens. Yang jelas itu nggak bikin aku kapok. Keesokan harinya softlensnya aku pakai lagi dan merahnya jauh berkurang, nggak separah kemarin. Fyi, mau pakai softlens apapun mataku emang selalu jadi agak memerah. Jadi untuk yang ini jangan dijadikan patokan ya. Sensitivitas mata orang kan beda-beda. Mungkin mataku termasuk yang sensitif.

Repurchase? Yes! Soalnya harganya murah, pilihan warnanya cantik-cantik dan kualitasnya pun oke. Tapi mungkin aku akan coba warna lain yang lebih gelap seperti Ocre Brown atau Caramel Brown.

Sebagai informasi tambahan, softlens ini memiliki masa pakai 6 bulan. Lumayan kan. O iya, nggak hanya untuk yang bermata minus sepertiku, untuk yang bermata normal juga ada. Jadi gimana nih, setelah baca review ini tertarik untuk mencoba?

Komentar

  1. Mbaaa.. pengen dong saya pakai softlense, tapi suami nggak bolehin, kayaknya sesekali boleh nih ya, biar ga ribet pakai kacamata :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh dongg.. sesekali tampil beda dan bikin suami pangling 😆

      Hapus
  2. Thanksss membantu sekalii postingannya , lagi bingung pilih warna softlens >.<

    BalasHapus
  3. Btw beli softlens nya di mananya mba?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Bandung

Adakah yang nyasar ke blog ini karena sedang kebingungan nyari rekomendasi dokter kandungan? Kebingungan yang sama juga sempet aku rasain setahun yang lalu, di awal-awal kehamilanku. Apalagi sebagai pendatang di kota Bandung ini aku sama sekali nggak tau dokter kandungan mana yang bagus. Selama hamil aku selalu berpindah-pindah dokter, dengan hanya mengandalkan informasi dari Google. Positifnya aku jadi tau dokter kandungan mana yang memang benar-benar bagus atau setidaknya cocok denganku. Berikut beberapa di antaranya:

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.