Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Rekomendasi Lip Cream Nude 'Mocha Loca' dari Brunbrun Paris


Halo lip cream lovers. Kali ini aku mau nge-rievew lip cream yang terakhir kali kubeli, tapi belum sempet ku-review sampai sekarang.

Lagi-lagi aku beli lip cream dari Brunbrun Paris. Seperti yang pernah kuulas sebelumnya https://www.pinkylova.com/2018/06/racun-alert-review-brun-brun-paris-lip.html?m=0#more, brand ini memang jadi salah satu favoritku karena kualitasnya, kemasannya yang ekonomis dan harganya yang adorable. Kali ini aku memilih lip cream warna coklat "Mocha Loca". Warna yang sebenernya jauh dari zona nyamanku. Selama ini tiap beli lipstik atau lip cream pasti nggak jauh dari tone warna pink. Sekali-sekali aku pengen tampil beda aja. Apalagi belakangan ini warna coklat cukup ngehits.

Bicara soal tekstur, aku merasakan perbedaan yang cukup nyata dibanding lip cream yang kubeli sebelumnya. Mungkin karena ini bukan seri chek and eye (tidak bisa untuk blush on dan eye shadow) jadi teksturnya lebih keset. Walau begitu aku nggak menemukan kendala saat mengaplikasikannya di bibir. Mudah nempelnya dan dapat menutupi bibirku yang gelap dengan sempurna.


Daaannn, ini dia hasilnya... Ekspektasinya sih pengen kayak Kylie Jenner gitu, tapi kalau wajah udah beda ya beda aja ya. Haha. Jujur warna ini jauh banget sama personality-ku. Aku juga ngerasa wajahku jadi terlihat kusam. Padahal ketika diswatch di tangan warna ini cantik banget. Yaahh, mungkin aku harus nerima kenyataan bahwa nggak semua orang cocok dengan warna lip cream coklat.

Tapi bukan berarti lip cream ini teronggok begitu saja di kotak make up sampai bulukan. Aku mengakalinya dengan mencampur warna ini dengan warna Foxy Red  dari lipstik Silky Girl yang kupunya. Btw, ini lipstik andalanku selama ini.



(Kiri: Foxy Red Silky Girl, 
kanan: Mocha Loca Brun-Brun)

Nah, setelah diblend warna yang tadinya gelap jadi sedikit lebih cerah karena ada campuran warna orangenya. Ini jadi tips juga buat kalian yang pengen pake lip cream warna coklat tapi nggak mau terlihat kusam. 

Hasilnya seperti ini. Better kan?

Dari segi ketahanan, seperti umumnya lip cream mate, lip cream ini cukup tahan lama meski sudah dipakai untuk makan dan minum. Tidak cracky. Rasanya juga ringan di bibir jadi nyaman untuk dipakai sehari-hari.

Nah gimana nih setelah baca review ini tertarik untuk mencoba?

Komentar

  1. aku jg termasuk yg ga cocok liptik wrna coklat ato nude mba. wrna2 tanah pasti bikin aku kliatan tua dan kusam. makanya lbh suka wrna2 cerah kayak merah, pink ato fuschia :D. lbh cocok di aku.. Tp boleh jg idenya, utk nyampurin coklat ama wrna lain supaya lbh terang yaaa :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga lebih suka warna cerah, tapi kadang bosen pengen nyoba sesuatu yang baru..hehe

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili