Langsung ke konten utama

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

Kota Mini Lembang, Destinasi Wisata Instagramable yang Nggak Sekedar buat Foto-Foto Cantik


Tempat wisata di Lembang emang nggak pernah ada habisnya. Belum tuntas mengunjungi satu tempat wisata, udah bermunculan lagi tempat wisata lain yang tentunya menambah daftar panjang keinginan untuk main ke Lembang. 

Salah satu yang kumaksud adalah Kota Mini, yang masih satu kawasan dengan Floating Market, Lembang. Kira-kira 5 tahun yang lalu aku berkunjung ke Floating Market, tempat ini masih tertutup untuk umum dan baru berupa hamparan tanah yang mulai dibangun. Tidak disangka, kali kedua datang, tempat ini sudah menjelma deretan rumah-rumah cantik bergaya Eropa yang ramai didatangi pengunjung.

Btw, ini pertama kalinya aku ngebolang jauh lagi setelah lahiran. Meski bawa bayi, aku nggak terlalu khawatir karena temen-temen yang ikut emang udah luwes ngemong bayi. Jadi jalan-jalan kali ini aku justru bisa rileks.

Kedatangan kami ke Lembang sebenernya dalam rangka menemani salah satu teman yang baru datang dari Medan untuk kerja di Bandung. Sebelum mulai kerja, dia pengen diajakin jalan-jalan dulu. Tadinya sih mau ke Farm House, tapi berhubung aku udah beberapa kali ke sana jadi aku mengusulkan ke Kota Mini aja. Kebetulan banget tempat ini merupakan wishlistku dari lama.


Karena letaknya ada di dalam Floating Market, untuk masuk ke Kota Mini, terlebih dulu kami harus membeli tiket masuk ke Floating Market sebesar 25 ribu rupiah. Dengan harga segitu kami udah dapat menikmati welcome drink dan mengelilingi taman-taman tematik yang ada di Floating Market sepuasnya. Untuk tiket masuk ke Kota Mini sendiri, kami harus membayar lagi sebesar 25 ribu rupiah. Pengunjung akan mendapatkan sebuah kartu yang bisa di top up untuk mencoba berbagai wahana yang ada di dalamnya. Berhubung aku niatnya cuma foto-foto, jadi nggak ku top up lagi deh.

Nah wahana yang kumaksud adalah wahana profesi yang ada di tiap-tiap rumah. Ada beragam profesi yang bisa dicoba oleh anak-anak, lengkap dengan kostumnya. Mulai dari dokter, pemadam kebakaran, polisi, seniman, koki, hingga princess juga ada. Tentunya hal ini akan menjadi pengalaman seru buat anak-anak.



Bagi orang dewasa, bisa memanfaatkan tempat ini sebagai background untuk berfoto-foto ria. Semua bagian di tempat ini memang di desain instagramable banget. Pastikan punya stok pose yang banyak biar nggak mati gaya.


Sayangnya waktu itu lagi gerimis. Sempet hujan juga sebentar. Jadi kurang puas ngelilingin tiap area. Mudah-mudahan ke depan ada kesempatan lagi untuk datang ke sini. Syukur-syukur pas anak udah rada gedean. Jadi bisa ikut nyobain wahana profesi yang ada di sini (Colek suami ah).

Komentar

  1. Aku kecewa karena kesini abis 125k cuma buat foto2 doang, secara anak 6m keatas juga bayar hha duh ngga lagi2 deh ke kita mini floating matket, farm. House dan dusun bambu klo gada kepentinganmah mending cari tempat lain hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. O ya?? Paling nggak 2 tahun ke atas gitu ya. Anak bayi kan belum ngerti, mau ngapain coba. Paling cuma nemenin emaknya foto2 😅

      Hapus
  2. wah sudah pernah ke sini tapi waktu itu sedang gak fit jd gak semau di foto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah..sayang padahal banyak spot yang bisa dieksplor

      Hapus
  3. Wah tempatnya kece ya mbak, kalau aku pasti bawa ganti nih, biar bisa OOTDan sekalian hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa.. kirain aku doang yang suka bawa baju ganti buat ootd an

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Bandung

Adakah yang nyasar ke blog ini karena sedang kebingungan nyari rekomendasi dokter kandungan? Kebingungan yang sama juga sempet aku rasain setahun yang lalu, di awal-awal kehamilanku. Apalagi sebagai pendatang di kota Bandung ini aku sama sekali nggak tau dokter kandungan mana yang bagus. Selama hamil aku selalu berpindah-pindah dokter, dengan hanya mengandalkan informasi dari Google. Positifnya aku jadi tau dokter kandungan mana yang memang benar-benar bagus atau setidaknya cocok denganku. Berikut beberapa di antaranya:

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.