Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Kota Mini Lembang, Destinasi Wisata Instagramable yang Nggak Sekedar buat Foto-Foto Cantik


Tempat wisata di Lembang emang nggak pernah ada habisnya. Belum tuntas mengunjungi satu tempat wisata, udah bermunculan lagi tempat wisata lain yang tentunya menambah daftar panjang keinginan untuk main ke Lembang. 

Salah satu yang kumaksud adalah Kota Mini, yang masih satu kawasan dengan Floating Market, Lembang. Kira-kira 5 tahun yang lalu aku berkunjung ke Floating Market, tempat ini masih tertutup untuk umum dan baru berupa hamparan tanah yang mulai dibangun. Tidak disangka, kali kedua datang, tempat ini sudah menjelma deretan rumah-rumah cantik bergaya Eropa yang ramai didatangi pengunjung.

Btw, ini pertama kalinya aku ngebolang jauh lagi setelah lahiran. Meski bawa bayi, aku nggak terlalu khawatir karena temen-temen yang ikut emang udah luwes ngemong bayi. Jadi jalan-jalan kali ini aku justru bisa rileks.

Kedatangan kami ke Lembang sebenernya dalam rangka menemani salah satu teman yang baru datang dari Medan untuk kerja di Bandung. Sebelum mulai kerja, dia pengen diajakin jalan-jalan dulu. Tadinya sih mau ke Farm House, tapi berhubung aku udah beberapa kali ke sana jadi aku mengusulkan ke Kota Mini aja. Kebetulan banget tempat ini merupakan wishlistku dari lama.


Karena letaknya ada di dalam Floating Market, untuk masuk ke Kota Mini, terlebih dulu kami harus membeli tiket masuk ke Floating Market sebesar 25 ribu rupiah. Dengan harga segitu kami udah dapat menikmati welcome drink dan mengelilingi taman-taman tematik yang ada di Floating Market sepuasnya. Untuk tiket masuk ke Kota Mini sendiri, kami harus membayar lagi sebesar 25 ribu rupiah. Pengunjung akan mendapatkan sebuah kartu yang bisa di top up untuk mencoba berbagai wahana yang ada di dalamnya. Berhubung aku niatnya cuma foto-foto, jadi nggak ku top up lagi deh.

Nah wahana yang kumaksud adalah wahana profesi yang ada di tiap-tiap rumah. Ada beragam profesi yang bisa dicoba oleh anak-anak, lengkap dengan kostumnya. Mulai dari dokter, pemadam kebakaran, polisi, seniman, koki, hingga princess juga ada. Tentunya hal ini akan menjadi pengalaman seru buat anak-anak.



Bagi orang dewasa, bisa memanfaatkan tempat ini sebagai background untuk berfoto-foto ria. Semua bagian di tempat ini memang di desain instagramable banget. Pastikan punya stok pose yang banyak biar nggak mati gaya.


Sayangnya waktu itu lagi gerimis. Sempet hujan juga sebentar. Jadi kurang puas ngelilingin tiap area. Mudah-mudahan ke depan ada kesempatan lagi untuk datang ke sini. Syukur-syukur pas anak udah rada gedean. Jadi bisa ikut nyobain wahana profesi yang ada di sini (Colek suami ah).

Komentar

  1. Aku kecewa karena kesini abis 125k cuma buat foto2 doang, secara anak 6m keatas juga bayar hha duh ngga lagi2 deh ke kita mini floating matket, farm. House dan dusun bambu klo gada kepentinganmah mending cari tempat lain hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. O ya?? Paling nggak 2 tahun ke atas gitu ya. Anak bayi kan belum ngerti, mau ngapain coba. Paling cuma nemenin emaknya foto2 ๐Ÿ˜…

      Hapus
  2. wah sudah pernah ke sini tapi waktu itu sedang gak fit jd gak semau di foto

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah..sayang padahal banyak spot yang bisa dieksplor

      Hapus
  3. Wah tempatnya kece ya mbak, kalau aku pasti bawa ganti nih, biar bisa OOTDan sekalian hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa.. kirain aku doang yang suka bawa baju ganti buat ootd an

      Hapus
  4. Each sport you play at a casino has a statistical probability in opposition to you successful. On any spin the pintata could add Wilds to the reels or high off your win with a multiplier. The welcome provide goes a lot as} $7,500 should you use crypto, and we also advocate trying out the Rewards ๋ฐ”์นด๋ผ์‚ฌ์ดํŠธ Program and the VIP part.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili