Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert



Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Di bulan April ini satu lagi buku ilustrasi yang turut meramaikan dunia perbukuan Indonesia berjudul Silly Gilly Daily yang ditulis dan digambar sendiri oleh Naela Ali. Sebagai penulis dan ilustrator, Naela Ali cukup produktif. Hanya dalam rentang waktu 2 tahun saja ia sudah melahirkan 6 buah buku. Diawali dengan buku berjudul Things & Thougts I Drew When I Was Bored berisi gambar dan catatan-catatan random yang ditulisnya. Dilanjutkan dengan Stories for Rainy Days Series yang sempat bertengger di rak buku best seller, Floating on the Space pada tahun 2018 dan yang terakhir Silly Gilly Daily yang baru saja terbit.

Seperti judulnya, Silly Gilly Daily bercerita tentang keseharian seorang gadis bernama Gilly yang memiliki sifat introvert. Aku senang karena lagi-lagi Naela Ali memilih tema yang dekat dengannya, sehingga apa yang ia sampaikan terasa sangat jujur dan relate dengan kehidupan pembaca. Sebagai seorang introvert aku merasa memiliki banyak kesamaan dengan tokoh Gilly. Selalu merasa cemas saat akan bertemu dengan klien, merasa lelah saat berada di keramaian, memilih jalan memutar demi agar tidak bertemu dengan orang lain dan masih banyak lagi sifat khas yang dimiliki orang-orang introvert. Bisa dibilang 80% isi dari buku ini aku banget.




Sayangnya potongan-potongan cerita semacam ini bukanlah yang pertama kali kulihat. Sebelumnya aku men-follow beberapa akun Instagram berisi ilustrasi tentang keseharian orang-orang introvet, yang kontennya tidak jauh beda dengan yang disajikan dalam buku ini. Selain itu, aku juga menyayangkan ada beberapa lembar halaman yang dibiarkan kosong. Entah sebagai jeda atau apa. Tapi aku merasa akan lebih baik jika halaman-halaman tersebut tetap diisi dengan ilustrasi atau tulisan juga (nggak mau rugi orangnya teh)

Meski begitu, buku ini tetap menarik bagiku terutama ilustrasinya. Termasuk ilustrasi untuk cover yang cute banget, bikin orang yang nglihatnya (aku maksudnya) langsung pengen beli. Jika sebelumnya Naela Ali selalu hadir dengan ilustrasi realis, kali ini ia menampilkan tokoh Gilly dengan gaya kartun yang lucu. Meski kartun, ciri khas Naela masih kental terasa dari goresan dan warna-warna soft yang dipilihnya. O ya, melihat kemiripan yang ada, dari postur, penampilan dan sifat sepertinya Gilly adalah representasi dari sang penulis sendiri. 

Jika boleh berandai-andai, kayaknya seru nih kalau Silly Gilly Daily dijadikan film animasi series. Apalagi setahuku belum ada film animasi asli Indonesia yang diangkat dari buku dan menyasar penonton remaja. Buku ini merupakan awalan sempurna untuk mengenalkan tokoh Gilly. Selanjutnya masih banyak cerita yang dapat dieksplore mengenai Gilly dan kepribadian introvertnya.

Buku ini cukup ringan untuk dibaca dan menghibur. Cocok untuk yang sibuk (ngurus baby) sepertiku ini tapi tetep pengen mengobati rasa haus akan buku. Secara keseluruhan aku memberi rating 8/10 untuk buku ini.

Komentar

  1. ilustrasi naela ali emang bagus ya mbak, dari sekian bukunya yang pernah saya baca itu things i drew when i get bored dan langsung suka seketika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya udah suka sejak naela sering upload gambar-gambarnya di instagram. Things i drew when i get bored juga jadi salah satu karya favorit saya

      Hapus
  2. Kemarin sempat ketemu sama naela ali waktu nemenin temen meet and great launcing buku ini, kak nae ramah dan humble banget, gemaaaas :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh.. senangnya bisa ikut meet and great. Di bandung nggak tau kapan. Hiks

      Hapus
  3. Wah kubelum punya, aku pengen punya seri nya puuung kayaknya romantis abis dan aku suka illustnya puuung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, puuung jg bagus tuh. Dulu suami beli pas sebelum nikah, skrg bukunya jadi punyaku. Haha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili