Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Review Film My Stupid Boss 2

Sejak kemunculannya di Youtube, aku udah excited pengen nonton film ini. Tapi aku nggak berharap bisa nonton di bioskop karena ada bayi kecil yang nggak bisa ditinggalin. Ternyata eh ternyata, tanpa sepengetahuanku, suami udah beliin aku tiket nonton. Rejeki nggak boleh ditolak dong. Berangkatlah aku ke bioskop. Gantian suami yang jaga anak. Haha.

Film ini merupakan lanjutan dari cerita My Stupid Boss 1 yang tayang tahun 2016 lalu. Kebetulan waktu itu aku juga nonton dan langsung jatuh hati sama karakter bossman yang unik, super duper nyebelin tapi juga lucu. Lalu apakah sequel yang kedua ini lebih baik dari yang sebelumnya? Yuk, kita bahas satu persatu.

Film My Stupid Boss 2 ini bercerita tentang perjalanan bossman ke Vietnam untuk mencari pegawai baru.  Sebelumnya, di awal diceritakan bahwa banyak pegawai yang kabur karena kesal dengan sikap bossman yang pelitnya minta ampun. Berkali-kali para pegawai itu minta dibelikan mesin baru namun tidak disetujui oleh bossman. Padahal mesin lama sudah rusak saking tuanya. Ironisnya si bos ini baru saja pamer motor baru yang dibelinya dengan harga mahal. Tapi ketika dimintai uang untuk kebutuhan kantor ia selalu mengaku tidak punya uang. Lalu kenapa kemudian Vietnam yang dipilih? Karena di sana, ia bisa merekrut pegawai dengan harga murah. Di Vietnam, si boss yang dasarnya emang nyebelin itu lagi-lagi berulah sehingga menimbulkan berbagai masalah.


Ada sebagian orang yang bilang bahwa film ini kurang lucu. Tapi buatku sendiri lucu-lucu aja kok. Ya, emang ada beberapa candaan yang terasa basi karena udah pernah dibawakan di film sebelumnya. Tapi selebihnya, sebagai film komedi, menurutku My Stupid Boss 2 ini cukup berhasil.

Spoiler Allert
Ada satu adegan di mana dua orang penagih hutang berpenampilan gengster datang ke kantor bossman. Berawal dari saling ejek mereka pun terlibat pertengkaran. Tapi bukannya saling baku hantam, mereka malah adu joged. Yang satu joged India (lengkap dengan hujan-hujannya, padahal di dalam ruangan), satunya lagi joged ala-ala boyband. Absurd sih, tapi itu kejutan banget.


Secara visual film ini sangat menarik. Terasa betul bagaimana tone warna yang tersaji benar2 dipikirkan dengan matang. Dari mulai warna baju, interior hingga warna properti, sangat eye catching. Setting Vietnam juga semakin memanjakan mata penonton. Apalagi selama ini jarang banget film Indonesia yang mengambil setting di Vietnam. Penonton jadi tahu bagaimana budaya dan tempat-tempat menarik yang ada di sana.

Kalau dari segi akting sih nggak perlu diperdebatkan lagi. Reza Rahardian membuat karakter bossman jadi lebih hidup, begitupun dengan BCL yang berperan sebagai kerani atau sekretaris si bossman. Chemistry keduanya pun terjalin apik. Nggak heran sih karena mereka sudah sering terlibat film bersama sebelumnya. Karakter pendukung seperti Mr. Kho, Sikin, Adrian, dll juga mampu membuat suasana tambah seru. Apalagi masing-masing memiliki karakter yang kuat.


Tapi di antara semua itu yang paling mencuri perhatian adalah kehadiran Morgan Smash. Bagaimana seorang personil boyband bertransformasi menjadi pemuda kampung berambut aneh dan bertingkah lucu. Tak hanya penampilannya yang dirombak, di sini Morgan juga diharuskan berbicara dengan bahasa Vietnam karena ceritanya ia adalah penduduk asli Vietnam. Terlepas dari benar atau tidak logatnya, ia mampu membuat penonton tergelak dengan cara bicaranya. Kali ini Morgan benar-benar sukses keluar dari image yang selama ini kita lihat di layar kaca.


Sangat disayangkan semua kelebihan yang telah kusebutkan di atas tidak didukung dengan alur cerita yang kuat. Hal ini diperparah dengan tidak adanya sesuatu yang baru dalam film ini terutama dari segi cerita. Mungkin karena film yang sebelumnya telah sukses, lagi-lagi film ini menggunakan formula yang sama. Bahkan premisnya pun sama persis. Bossman yang nyebelin hingga membuat karyawannya tidak betah bekerja, namun saat hendak mengajukan resign karyawan itu menyadari bahwa si bos sebenarnya orang yang baik dan akhirnya mereka nggak jadi resign

Kalau di My Stupid Boss 1 aku masih bisa tersentuh melihat kebaikan hati bossman, di film yang kedua ini aku justru terheran-heran karena endingnya terkesan memaksakan. Padahal sebenarnya film ini punya potensi untuk diolah dan dikembangkan lebih baik lagi. Meskipun di awal aku bisa berhaha hihi ria, akhirnya aku harus keluar dari bioskop dengan perasaan kecewa karena tak ada hal lain yang kudapat dari film selain sekedar lucu aja.

Score 7/10

Komentar

  1. setuju, endingnya dipaksain banget. kalo disuruh milih aku lbh suka yg 1 drpd yg ini. adegan joged2 india dan china nya juga garing sih jadinya. si bosman sbnrnya msh nyebelin, dan bikin lucu, tp secara keselurahan aku ngerasa ceritanya ga jelas :D.

    tapi lumayan ga nyangka kalo yg pemuda vietnam itu morgan wkwkwkwkwk. maklum aja bukan penggemar smash. aku pikir itu artis vietnam. pak suami yg ngasih tau awalnya. "kamu tau ga itu siapa, yg jd pemuda vietnam?". ya aku jwb ga tau. "itukan personel smash"

    hahahaha, ya mana taauuu. tp aktingnya di situ bagus. sukses bikin aku ngakak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa.. mungkin seleraku terlalu receh. Atau karena lagi stres juga jadi ngliat preman joged2 aja dah terhibur

      Hapus
  2. Wahh aku belum nonton ini, ngliat trailernya aku ga tertarik sama sekali hahaha, padahal yg pertama bagus bgt, yg ini kayaknya ga hahaha

    BalasHapus
  3. Aku belum nonton yang pertama dan kedua hehhe padahal aku suka aa eza juga hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau nonton pasti tambah ngefans deh sama reza rahardian. Aktingnya total bangeet 😍

      Hapus
  4. pengen nonton juga, katanya filmnya lucu, tapi disni jauh dari bioskop, nunggu dowloadan gk dapat2,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling nunggu bbrp bulan lagi baru ada di internet. Aq juga sekarang lebih mengandalkan download an, karena ada baby gk bisa sesering dulu nonton di bioskop

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili