Langsung ke konten utama

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

RACUN ALERT! Review BrunBrun Paris Lip Cream

Hay Girls! Kali ini aku mau share tentang lip cream favorite yang lagi sering banget aku pakai. Yaitu Lip Cheek Eye Color dari Brun Brun Paris. Ini aku beli waktu jalan-jalan di PVJ beberapa bulan lalu. Ternyata Brun Brun Paris ini masih satu perusahaan dengan PT. Sophie Paris Indonesia. Aku nemuin store Brun Brun Paris di PVJ secara nggak sengaja. Kayaknya sih emang belum lama soalnya aku belum pernah liat store itu sebelumnya. Hampir-hampir kayak Miniso gitulah konsepnya. Bedanya ini bukan produk dari Korea, tapi produk lokal dari Indonesia (Meskipun ada label Parisnya). Banyak banget 'girls thing' yang dijual. Nggak cuma make up aja. Ada fashion, accessories, jewelry, body care bahkan camilan kripik khas Bandung yang menurutku kurang nyambung dengan konsep tokonya. Kalo memang mau pakai label Paris, ya mending diganti camilannya ala-ala Paris juga. Tapi ya udahlah, kok malah jadi bahas itu, sih. Yang jelas waktu itu yang datang rame banget, aku jadi penasaran pengen masuk. Setelah aku lihat produk-produknya ternyata emang murah-murah. Untuk lip cream aja nih ada yang harganya 19ribuan, sedangkan yang paling mahalnya nggak sampai 50ribu. Berhubung pas banget aku juga lagi nyari lip cream, ya udah aku sekalian beli di Brun Brun aja. Ya, meskipun aku harus berjibaku dengan cewek-cewek lain yang rada anarkis macam lagi rebutan baju di midnight sale. Aku bahkan nglihat sendiri ada ibu-ibu yang sampai kalap beli beberapa lip cream sekaligus karena sangking murahnya.


Pilihanku pun jatuh pada Lip Chek Eye Color ini. Packagingnya clean dan minimalis ya. Aku suka banget sama ukurannya yang kecil. Selain travel friendly, aku juga bisa beli beberapa warna lain, tanpa khawatir bakalan kadaluarsa karena kemungkinan habisnya akan lebih cepet dibanding kalau beli yang ukuran gede (Nggak mau rugi emang) Botolnya transparan jadi warna lipcreamnya bisa kelihatan. Aku pilih yang warnanya pink keunguan. Sebenernya rada kecewa, sih karena ternyata warnanya nggak terlalu sesuai dengan keinginanku. Tadinya kupikir bakalan gelap kayak tampilanya di kemasan, tapi setelah diaplikasikan di bibir hasilnya jadi lebih bright. Hmmm... sebenarnya bisa sih kelihatan lebih gelap kalau ditebelin. Tapi aku nggak terlalu suka dengan pulasan tebal. Jadi ya udahlah, terima nasib aja. Untung warnanya masih masuk di kulitku. Dan yang terpenting warnanya juga cocok untuk dipakai sehari-hari. Jadilah lip cream ini menjadi andalanku sehari-hari. Selain itu, masih ada beberapa alasan lain yang bikin aku suka dengan lip cream ini.

Pertama karena texturenya yang ringan, nggak cracky di bibir jadi nyaman banget dipakai untuk sehari-hari. Begitu diaplikasikan di bibir warnanya langsung keluar meskipun aku cuma mengoleskannya tipis-tipis. Satu lagi yang aku suka, yaitu mudah banget untuk diratakan. Mau tipis, ombre, maupun yang rada tebal semua gampang dan hasilnya oke. Aku sendiri sih, biasanya dibuat ombre ala-ala korean look.

Selain buat bibir, lip cream ini bisa juga dipakai buat blush on dan eye shadow, loh. Caranya cukup dioleskan ke pipi atau kelopak mata, lalu diblend dengan jari. Mudah banget diratainnya. Jujur aku jarang pakai untuk eye shadow. Bukan apa-apa, karena aku masih punya eye shadow dari Wardah yang warnanya mirip. Tapi kalau untuk blush on aku lumayan sering pakai. Apalagi kalau lagi bepergian. Biasa pakai sling bag kecil, bikin aku males bawa barang banyak-banyak. Termasuk blush on. Belum lagi harus bawa brushnya. Ribet! Selama ini, untuk touch up biasanya aku cuma mengandalkan lipcream doang. Dan kehadiran lip cream ini sangat membantuku karena aku bisa sekalian touch up pipi juga.

O ya, buat kalian yang mau beli, pastikan yang ada keterangan 'Lip Cheek Eye Color' yaa di kemasan. Soalnya ada juga versi lain yang kemasannya sama persis. Harganya lebih murah, tapi cuma bisa untuk bibir aja. Aku lupa persisnya berapa, tapi kalau yang Lip Cheek Eye Color ini bisa didapat dengan harga 39.900 rupiah aja.


Kalo ngomongin kekurangan, emang sih lip cream ini masih punya 1 kekurangan. Yaitu nggak terlalu transfer proof. Jadi nggak bisa awet dipakai berlama-lama. Tapi buatku itu bukan masalah besar. Tinggal di touch up lagi aja dan bibirpun akan terlihat flawless lagi. 

Overall, anggapan bahwa kualitas yang bagus harus selalu mahal berhasil dipatahkan oleh Brun Brun Paris lip cream ini. Jadi, jangan ragu deh buat nyobain juga!

Komentar

  1. OMG, ini produk kok bisa murah2 bgt gini ya. Lip cream under 40K hehe, perlu dicoba nih kayaknya.

    Slam kenal Isyka, jgn lupa follback blogku yah, thank you.

    Meta,
    www.ursula-meta.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Bandung

Adakah yang nyasar ke blog ini karena sedang kebingungan nyari rekomendasi dokter kandungan? Kebingungan yang sama juga sempet aku rasain setahun yang lalu, di awal-awal kehamilanku. Apalagi sebagai pendatang di kota Bandung ini aku sama sekali nggak tau dokter kandungan mana yang bagus. Selama hamil aku selalu berpindah-pindah dokter, dengan hanya mengandalkan informasi dari Google. Positifnya aku jadi tau dokter kandungan mana yang memang benar-benar bagus atau setidaknya cocok denganku. Berikut beberapa di antaranya:

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.