Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

Eksotisme Tersembunyi di Green Valley Citumang, Pangandaran

Apa yang pertama kali terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata Pangandaran? Mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab pantai. Yep, nggak salah sih. Pangandaran emang udah terkenal banget dengan pantainya. Tapi sebenarnya masih ada lho, potensi wisata lain di Pangandaran yang belum banyak terexpose dan nggak kalah indah. Salah satunya adalah wisata alam berupa sungai yang biasa disebut dengan Green Valley Citumang. Di sini kita bisa berpetualang menyusuri sungai (body rafting) sambil menikmati keindahan alam di sepanjang aliran sungai. Nah, k ali ini aku mau berbagi pengalaman ketika mengikuti body rafting bersama temen-temen sedivisi di kantorku. Udah agak lama sih, tepatnya setahun lalu, di bulan Mei 2017.  Sebelumnya nggak pernah kebayang bakal ikutan wisata semacam ini. Biasanya sih, yang penting ada spot

Current Favorite Look

(Review) Lip Cream Mizzu Valipcious Velvet Matte & Metallic Matte

Hallo guys! Kali ini, untuk pertama kalinya aku mau bikin review make up. Kok tumben-tumbennya, sih? Iya, jadi gini ceritanya, beberapa waktu yang lalu aku beli majalah Gogirl edisi ulangtahun. (Setelah 2 bulan berhasil tahan godaan untuk nggak beli, akhirnya nyerah juga waktu ngliat majalah ini ada di stand Gogirl di eventnya Gogirl beauty market). Gimana nggak luluh coba. Udah dikasih harga diskon, masih juga dapet tambahan bonus tumbler yang kiyuut abis. Padahal bonus dari majalahnya sendiri aja udah banyak. Ada tas, pouch, postcard dan beberapa produk kecantikan dari sponsor. (Ketahuan bangeet yaah anaknya teh pemburu bonus dan diskonan 😁) 

Udah 'Isi' Belum?

Beberapa bulan yang lalu saat mengambil paklaring ke kantor lama, hampir semua orang yang kutemui menodongku dengan pertanyaan yang sama ‘udah isi belum’. Hal itu membuatku cukup shock. Maklum waktu itu masih pengantin baru, dan aku belum biasa menghadapi pertanyaan itu sebelumnya. Setelah terbebas dari pertanyaan ‘kapan nikah?' ternyata aku kembali dihadapkan dengan pertanyaan yang nggak kalah horor.  Emang sih kalo dipikir nggak akan pernah ada habisnya. Dulu waktu masih kuliah aku sering ditanya, ‘kapan lulus?’ Setelah lulus ditanya lagi, kapan nikah? Sekarang udah nikah pertanyaannya ganti, ‘kapan punya anak?’ Bahkan ada temenku yang udah punya anakpun masih juga ditanya, ‘kapan punya anak lagi?’ Padahal anaknya masih bayi banget, baru lahir. Nggak kebayang gimana repotnya kalau dia beneran punya anak lagi dalam waktu dekat. Dan pastinya orang-orang yang komentar itu nggak kan bantuin ngurusin anaknya juga. Saking keselnya sampai-sampai temenku itu ngomel-ngomel di sos

Review Film Teman Tapi Menikah

Ini adalah salah satu film yang paling aku tunggu di tahun ini. Sebelumnya aku udah baca versi novelnya dengan judul yang sama. Dan pernah juga aku ulas di blog beberapa waktu yang lalu. http://isykasyukriya.blogspot.co.id/2018/01/review-temantapimenikah-ayudia-bing.html   Kali ini aku akan membuat review filmnya.  Sebagai film adaptasi dari novel, menurutku film ini cukup sukses. Bercerita tentang perjalanan cinta Ditto Percussion dan Ayudya Bing Slamet dari yang tadinya bersahabat sejak SMP hingga akhirnya bisa menikah. Satu kata untuk mendiskripsikan keseluruhan film ini 'manis'. Diawali dengan opening yang sangat menarik. Berupa permainan perkusi dari peralatan rumah tangga dan bunyi-bunyian yang sering kita dengar sehari-hari. Sangat mewakili kecintaan Ditto, si tokoh utama terhadap perkusi. Opening ini sekaligus membuatku semakin nggak sabar ingin segera masuk ke dalam kisahnya.

Berwisata di Forest Walk Babakan Siliwangi

Jenuh dengan hiruk pikuk kota dan rutinitas sehari-hari? Kayaknya asyik yaa mengistirahatkan diri sejenak dengan menikmati hijaunya pemandangan alam dan udara yang segar. Tapi sayangnya nggak semua orang punya banyak waktu untuk itu.