Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Our Hysteria (:at Transtudio)

Happy weekend! Minggu kemarin bersama Totong, Vanny, dkk, kami liburan ke trans studio. (Akhirnya setelah setahun lebih di Bandung, guys!)   Ya, walaupun harus dibayar dengan ‘amat sangat’ mahal. Bayangin, harga teh kotak yang biasanya di supermarket hanya 2500, di sana dijual dengan harga 9000 rupiah per kotaknya!   O iya, di sana kami mendapat sebuah kartu yang fungsinya kurang lebih mirip voucher pulsa gitu. Jika saldo habis, maka bisa diisi ulang di counter2 yang tersedia. Kartu itulah yang digunakan sebagai alat transaksi selama berada di dalam area trans studio, seperti membeli makanan atau cinderamata. Okey, kartu sudah di tangan, isi tas telah disterilisasi dari makanan, bom, dan lain sebagainya. Saatnya menikmati wahana ‘pemanasan’. Dan kamu tau apa yang dimaksud dengan wahana ‘Pemanasan’ itu?? Roller Coster, dengan jalur yang ekstrimnya na’udzubilahimindzalik dan ketinggian yang tak sanggup terdefinisikan oleh kata-kata.