Langsung ke konten utama

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia Karena Aku Tak Lahir dari Batu


Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Desain Sampul : Eko Bayu Saputra
Tata Letak : Yayan Triyansyah
Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang
ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

Buku ini adalah  wujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang. 

Proses pengerjaan buku ini relatif cukup lama, dari proses  pengumpulan naskah se Nusantara, proses pengkurasian, hingga  proses percetakan dan lain – lain memakan waktu kurang lebih  dua tahun terhitung program dimulai pada bulan April 2010. Satrio Welang, penggagas program ini sempat dikagetkan dengan banyaknya jumlah karya yang masuk ke meja redaksi. “Saya tak menduga, begitu banyak yang antusias dan tertarik pada kegiatan ini,” ungkapnya penyair dan dramawan yang banyak berproses di Bali ini. Selama rentang waktu tersebut, redaksi telah menerima 356 puisi dari 356 penyair dari seluruh Indonesia.”

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, dewan kurator yang terdiri dari Warih Wisatsana , Oka Rusmini dan Moch Satrio Welang, menetapkan 100 karya puisi terpilih. Keseluruhan karya ini kemudian diterbitkan dengan judul “KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU” oleh Teater  Sastra Welang dengan divisi penerbitannya yakni Sastra Welang Publisher.

Berikut daftar nama penyair dalam antologi puisi tema ibu se-indonesia:

ADHY RICAL - KENDARI

AKHMAD NURHADI MOEKRI – SUMENEP

AKHYAR FUADI – AGAM (SUMATERA BARAT)

ALEE KITONANMA – PADANG

ANDI MAGADHON – YOGYAKARTA

ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS – WONOSOBO

ARDY KRESNA CRENATA – BOGOR

ARI NENDRA – SOLO

ARIF HIDAYAT – PURBALINGGA

ARRY SYAKIR GIFARI – TANGGERANG

ARUM FATIMA – YOGYAKARTA

ASSYAFA JELATA – SERANG

AWAN TENGGARA – BEKASI

AYU DIAH CEMPAKA – DENPASAR

AYU WINASTRI – DENPASAR

BADRUL MUNIR CHAIR – YOGYAKARTA

BAGUS PRANA – PURWOKERTO

BODE RISWANDI – TASIK MALAYA

BUDHI SETYAWAN – BEKASI

BUNDA MATAHATI – DEPOK

DADI REZA PUJIADI – DENPASAR

DEA ANUGRAH – YOGYAKARTA

DG KUMARSANA – LOMBOK

DIAH BUDIANA – BANDUNG

DICKY TEARA – SUMENEP

DS PRIYADI – YOGYAKARTA

DWI RAHARIYOSO – PONOROGO

DYAH SETYAWATI – TEGAL

EFFENDI DANATA – LOMBOK

EKO PUTRA – MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN

FAKHRIZAL EKA, SP – JAMBI

FATIMUL HUSAIN – YOGYAKARTA

FARADINA IZDHIHARY – MALANG

HASAN BISRI – JAKARTA

HENDRA UTAY – DENPASAR

HOLY ADIB – PADANG

HUSEN ARIFIN – MALANG

I PUTU AGUS SUTRARAMA – TABANAN

INDAH IP – SURABAYA

INDY EDELWEISS – SEMARANG

IRIANTO IBRAHIM – KENDARI

IRWAN BAJANG – YOGYAKARTA

IRWAN KUSUMAWARDANA – YOGYAKARTA

ISBEDY STIAWAN ZS – LAMPUNG

ISYKA SYUKRIYA – BANTUL

JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA – DENPASAR

JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN – NUSA DUA

KHAIRUL HUDA – DENPASAR

KHOER JURZANI – CIANJUR

LAKSMI HERDIANA PUTRI – SUMENEP

LAILATUL KIPTIYAH – BLITAR

MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN

MUDA WIJAYA – DENPASAR

AMING AMINOEDHIN – SURABAYA

MEGITA OKTAVIA

M. MAHFUDZ FAUZI S. – LAMPUNG

M SUSANTO EDISON – DENPASAR

NOVAL JUBBEK -  MALANG

NOVIANA KUSUMAWARDHANI – UBUD

NAHDHO NUR – SUMEDANG

NADYA NADINE – SURABAYA

NUROCHMAN SUDIBYO YS. – TEGAL

OVIANTY – JAKARTA

O'ONKS EL – KEMARUNG – SUMENEP 

OLAN SANSEVIERA – CIREBON

PRINGADI ABDI SURYA – JAKARTA

PUTRI F.R.PRATAMA – SURABAYA

QUR’ANUL HIDAYAT IDRIS – SEMARANG

RAHMAT HELDY HS – SERANG BANTEN

RESTU ASHARI PUTRA – DEPOK

RIO FITRA SY – PADANG

RIZA MULTAZAM LUTHFY – MALANG

RIVO SHAFTRIA SY – PESISIR SELATAN 

RISWAN HIDAYAT – YOGYAKARTA

RUDY RAMDANI – PURWAKARTA

RYAN RACHMAN – PURWOKERTO

SYAIFUL BAHRI – SUMENEP

SYARIF HIDAYATULLAH – DEPOK

SETIYO BARDONO – DEPOK

SELI DESMIARTI – PURWAKARTA

SHITA RAHUTOMO – BANDUNG

SURAJIYA – YOGYAKARTA       

SOSIAWAN LEAK – SOLO

SUGUH KURNIAWAN – BANDUNG

SHINTA MIRANDA – JAKARTA

SHAFIRA SULAIMAN – BANDA ACEH

SITI FATIMAH – SURABAYA

TATANG RUDIANA ALGHIFARI – TASIKMALAYA

TITIKECIL YASMINA – BANDUNG

WAYAN SUNARTA – DENPASAR

WISNU ADITYA PRATOMO – SUMEDANG

WINARTI – SURABAYA

YOYONG AMILIN – JAKARTA

YULI ARISTA – CEPU

YOGIRA YOGASWARA – BANDUNG

YOGI PRASTIYO – JAKARTA

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Bandung

Adakah yang nyasar ke blog ini karena sedang kebingungan nyari rekomendasi dokter kandungan? Kebingungan yang sama juga sempet aku rasain setahun yang lalu, di awal-awal kehamilanku. Apalagi sebagai pendatang di kota Bandung ini aku sama sekali nggak tau dokter kandungan mana yang bagus. Selama hamil aku selalu berpindah-pindah dokter, dengan hanya mengandalkan informasi dari Google. Positifnya aku jadi tau dokter kandungan mana yang memang benar-benar bagus atau setidaknya cocok denganku. Berikut beberapa di antaranya:

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.