Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se-Indonesia Karena Aku Tak Lahir dari Batu


Karena Aku Tak Lahir dari Batu
( Antologi 100 Puisi Tema Ibu Se Indonesia )
Kurator : Oka Rusmini , Warih Wisatsana, Moch Satrio Welang
Desain Sampul : Eko Bayu Saputra
Tata Letak : Yayan Triyansyah
Pemeriksa Aksara : Irwan Bajang
ISBN : 978-602-9149-56-2

Penerbit : SASTRA WELANG PUBLISHER

Buku ini adalah  wujud apresiasi pada sosok Ibu se Indonesia yang telah memberikan banyak pengorbanan demi berputarnya roda kehidupan di zaman yang serba sulit di negeri ini sekarang. 

Proses pengerjaan buku ini relatif cukup lama, dari proses  pengumpulan naskah se Nusantara, proses pengkurasian, hingga  proses percetakan dan lain – lain memakan waktu kurang lebih  dua tahun terhitung program dimulai pada bulan April 2010. Satrio Welang, penggagas program ini sempat dikagetkan dengan banyaknya jumlah karya yang masuk ke meja redaksi. “Saya tak menduga, begitu banyak yang antusias dan tertarik pada kegiatan ini,” ungkapnya penyair dan dramawan yang banyak berproses di Bali ini. Selama rentang waktu tersebut, redaksi telah menerima 356 puisi dari 356 penyair dari seluruh Indonesia.”

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, dewan kurator yang terdiri dari Warih Wisatsana , Oka Rusmini dan Moch Satrio Welang, menetapkan 100 karya puisi terpilih. Keseluruhan karya ini kemudian diterbitkan dengan judul “KARENA AKU TAK LAHIR DARI BATU” oleh Teater  Sastra Welang dengan divisi penerbitannya yakni Sastra Welang Publisher.

Berikut daftar nama penyair dalam antologi puisi tema ibu se-indonesia:

ADHY RICAL - KENDARI

AKHMAD NURHADI MOEKRI – SUMENEP

AKHYAR FUADI – AGAM (SUMATERA BARAT)

ALEE KITONANMA – PADANG

ANDI MAGADHON – YOGYAKARTA

ANISAH ROKHIMATULKHAIR ATMAJANINGTYAS – WONOSOBO

ARDY KRESNA CRENATA – BOGOR

ARI NENDRA – SOLO

ARIF HIDAYAT – PURBALINGGA

ARRY SYAKIR GIFARI – TANGGERANG

ARUM FATIMA – YOGYAKARTA

ASSYAFA JELATA – SERANG

AWAN TENGGARA – BEKASI

AYU DIAH CEMPAKA – DENPASAR

AYU WINASTRI – DENPASAR

BADRUL MUNIR CHAIR – YOGYAKARTA

BAGUS PRANA – PURWOKERTO

BODE RISWANDI – TASIK MALAYA

BUDHI SETYAWAN – BEKASI

BUNDA MATAHATI – DEPOK

DADI REZA PUJIADI – DENPASAR

DEA ANUGRAH – YOGYAKARTA

DG KUMARSANA – LOMBOK

DIAH BUDIANA – BANDUNG

DICKY TEARA – SUMENEP

DS PRIYADI – YOGYAKARTA

DWI RAHARIYOSO – PONOROGO

DYAH SETYAWATI – TEGAL

EFFENDI DANATA – LOMBOK

EKO PUTRA – MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN

FAKHRIZAL EKA, SP – JAMBI

FATIMUL HUSAIN – YOGYAKARTA

FARADINA IZDHIHARY – MALANG

HASAN BISRI – JAKARTA

HENDRA UTAY – DENPASAR

HOLY ADIB – PADANG

HUSEN ARIFIN – MALANG

I PUTU AGUS SUTRARAMA – TABANAN

INDAH IP – SURABAYA

INDY EDELWEISS – SEMARANG

IRIANTO IBRAHIM – KENDARI

IRWAN BAJANG – YOGYAKARTA

IRWAN KUSUMAWARDANA – YOGYAKARTA

ISBEDY STIAWAN ZS – LAMPUNG

ISYKA SYUKRIYA – BANTUL

JOAN VALENTINA RACHMA ASSYAKIRA – DENPASAR

JUNIAR HENDRIK WILLIAM LUMANKUN – NUSA DUA

KHAIRUL HUDA – DENPASAR

KHOER JURZANI – CIANJUR

LAKSMI HERDIANA PUTRI – SUMENEP

LAILATUL KIPTIYAH – BLITAR

MUTIAH AYU RASTA - MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN

MUDA WIJAYA – DENPASAR

AMING AMINOEDHIN – SURABAYA

MEGITA OKTAVIA

M. MAHFUDZ FAUZI S. – LAMPUNG

M SUSANTO EDISON – DENPASAR

NOVAL JUBBEK -  MALANG

NOVIANA KUSUMAWARDHANI – UBUD

NAHDHO NUR – SUMEDANG

NADYA NADINE – SURABAYA

NUROCHMAN SUDIBYO YS. – TEGAL

OVIANTY – JAKARTA

O'ONKS EL – KEMARUNG – SUMENEP 

OLAN SANSEVIERA – CIREBON

PRINGADI ABDI SURYA – JAKARTA

PUTRI F.R.PRATAMA – SURABAYA

QUR’ANUL HIDAYAT IDRIS – SEMARANG

RAHMAT HELDY HS – SERANG BANTEN

RESTU ASHARI PUTRA – DEPOK

RIO FITRA SY – PADANG

RIZA MULTAZAM LUTHFY – MALANG

RIVO SHAFTRIA SY – PESISIR SELATAN 

RISWAN HIDAYAT – YOGYAKARTA

RUDY RAMDANI – PURWAKARTA

RYAN RACHMAN – PURWOKERTO

SYAIFUL BAHRI – SUMENEP

SYARIF HIDAYATULLAH – DEPOK

SETIYO BARDONO – DEPOK

SELI DESMIARTI – PURWAKARTA

SHITA RAHUTOMO – BANDUNG

SURAJIYA – YOGYAKARTA       

SOSIAWAN LEAK – SOLO

SUGUH KURNIAWAN – BANDUNG

SHINTA MIRANDA – JAKARTA

SHAFIRA SULAIMAN – BANDA ACEH

SITI FATIMAH – SURABAYA

TATANG RUDIANA ALGHIFARI – TASIKMALAYA

TITIKECIL YASMINA – BANDUNG

WAYAN SUNARTA – DENPASAR

WISNU ADITYA PRATOMO – SUMEDANG

WINARTI – SURABAYA

YOYONG AMILIN – JAKARTA

YULI ARISTA – CEPU

YOGIRA YOGASWARA – BANDUNG

YOGI PRASTIYO – JAKARTA

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili