Langsung ke konten utama

Perjalanan Seorang Ibu Baru Berdamai dengan Diri Sendiri

Butuh waktu 3 tahun sampai aku bener-bener bisa menerima peran baruku sebagai ibu. Sebelumnya, aku cukup struggle dengan segala perubahan yang terjadi. Duniaku melambat. Aku yang selama ini ambisius tiba-tiba harus kehilangan apa yang selama ini kukejar. Karier, kebebasan, penghasilan dan juga mimpi-mimpiku. Aku ngerasa useless , nggak berharga, nggak berdaya sehingga aku marah ke diri sendiri. Aku juga ngerasa bersalah karena nggak mampu membahagiakan orang-orang yang kucintai. Kondisiku ini, kalau dilihat dari skala kesadaran manusia, berada pada level terendah, lebih rendah dibandingkan perasaan sedih, di mana orang-orang bisa sampai terpikir bunuh diri, itu karena dia udah ada pada level kesadaran tersebut. Untungnya, aku masih cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang membahayakan. Meski begitu, aku selalu dilanda kecemasan hampir setiap saat. Desember 2021, bulan di mana anakku tepat berusia 3 tahun. Aku merasa bahwa yang terjadi denganku sudah sangat mengganggu. Sempet coba

Go to Goa Jepang & Goa Belanda

Gagal merayu totong dan ario tak mengurungkan niatku dan ayuk untuk ikut teman-teman berpetualang ke hutan juanda yang terletak di daerah Dago Pakar. Di sana terdapat sebuah gua peninggalan jepang yang disebut gua jepang. Menurut guide yang mengantar kami, gua tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian. Terdapat kamar-kamar untuk beristirahat pasukan Jepang. Jangan dibayangkan seperti kamar kita ya. Kamar tersebut berupa sebuah ceruk kecil di dinding. Ada lorong-lorong yang saling berhubungan. Mirip labirin. Hii.. kalo pergi sendiri aku nggak yakin bisa ketemu jalan keluar. Ditambah lagi tidak ada penerangan sama sekali kecuali dari senter yang kami bawa. Ow ya, aura mistis sangat terasa di sana. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya orbs yang tertangkap kamera. (maaf, belakangan lagi tergila-gila sama orbs).
Tak jauh dari goa jepang, terdapat satu goa lagi yang disebut goa Belanda. Sesuai namanya, goa tersebut dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Belanda. Berbeda dari goa Jepang  yang dinding dan lantainya masih berupa batu, goa Belanda telah di semen dan di cat. Konon menurut cerita, agar keberadaan goa tersebut tidak diketahui musuh, semua pekerja yang terlibat dalam pembuatan goa tersebut harus dibunuh. Berbeda dari goa jepang, tempat ini bukan hanya untuk bersembunyi melainkan juga penjara, tempat introgasi dan pembantaian.
Selain kedua goa tersebut, masih ada beberapa obyek di kawasan hutan juanda. Tempat tersebut antara lain prasasti dan museum Ir. Juanda. Ada juga sebuah air terjun yang sangat indah dengan jembatan di atasnya. Sayang, karena letaknya yang cukup jauh (sekitar 6km dari goa belanda) dan cuaca yang tidak memungkinkan (hujan), kami terpaksa mengurungkan niat ke sana.    

Ini Goa Jepangnya


Ini Goa Belandanya


Tips: Berikut beberapa hal yang harus disiapkan/dibawa sebelum berkunjung ke hutan juanda
1.   Pastinya uang untuk membayar tiket masuk sebesar Rp 8000,- Juga untuk beli jajanan seperti jagung bakar, gorengan, teh dan yang hangat-hangat lainnya. Ow iya, kalo mau sewa guide siapkan uang lebih. (tadi kami beramai-ramai tarif guidenya 25 ribu rupiah)  
2.   Karena di dalam goa tidak ada penerangan sama sekali, sebaiknya bawa senter sendiri dari rumah. Lumayan bisa menghemat 3 ribu rupiah.
3.   Kamera adalah hal yang tak kalah penting. Tanpa kamera tidak bisa narsis.
4.   Karena tempatnya dingin, jangan lupa bawa jaket ya.
5.   Satu hal yang harus diingat, jangan datang pas musim hujan, karena kalo hujan turun bisa dipastikan rencana gagal total. Nggak bisa liat pemandangan,nggak bisa jalan-jalan, nggak bisa narsis, yang ada justru masuk angin (sepertiku L )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Rekomendasi Dokter Kandungan dan Bidan di Bandung

Adakah yang nyasar ke blog ini karena sedang kebingungan nyari rekomendasi dokter kandungan? Kebingungan yang sama juga sempet aku rasain setahun yang lalu, di awal-awal kehamilanku. Apalagi sebagai pendatang di kota Bandung ini aku sama sekali nggak tau dokter kandungan mana yang bagus. Selama hamil aku selalu berpindah-pindah dokter, dengan hanya mengandalkan informasi dari Google. Positifnya aku jadi tau dokter kandungan mana yang memang benar-benar bagus atau setidaknya cocok denganku. Berikut beberapa di antaranya:

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.