Langsung ke konten utama

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Sunny

Im Na-Mi (Shim Eun Kyung) adalah murid pindahan dari desa. Meski sedikit kikuk mendapati pergaulan teman-teman barunya di sekolah wanita Jideok yang terletak di pusat kota Seoul, Na-Mi akhirnya bisa beradaptasi. Bahkan diterima sebagai anggota geng di kelas barunya yang dipimpin oleh Ha Chun Hwa (Kang So Ra). Selain Chun Hwa, ada pula Kim Jang Mi (Kim Min Young) yang terobsesi memiliki mata besar, Jin Hee (Park Jin Hoo) yang hobi memaki, Geum Ok (Nam Bo Ra) cewek pecinta sastra yang hiperaktif, Bok Hee (Kim Bo Mi) yang bermimpi memenangkan kontes kecantikan serta Su Ji (Min Hyo Rin), anggota paling cantik diantara semua. Setelah merasa cocok satu sama lain, mereka memberi nama geng itu dengan Sunny. Awalnya persahabatan itu terlihat erat meski diselingi berbagai konflik baik internal maupun eksternal. Namun tidak setelah sebuah kejadian memisahkan mereka semua. 25 tahun kemudian, Na-Mi (Yoo Ho Jeong) sudah menjadi ibu rumah tangga yang begitu mengabdi pada keluarganya. Hingga tanpa sengaja dia bertemu dengan Chun Hwa (Jin Hye Kyung) yang kebetulan menjalani rawat inap pasien kanker disebuah rumah sakit dimana Ibu Na-Mi dirawat. Dalam pertemuan itu, Chun Hwa meminta satu hal pada Na-Mi. Permintaan yang rasanya mustahil tapi tetap Na-Mi lakukan demi persahabatan mereka. Yaitu menyatukan anggota Sunny yang terpecah dan hilang sebelum ajal menjemput Chun Hwa.

Cuma ada satu hal yang mengganjal banget buat aku. Dalam film ini tidak diceritakan Su Ji saat dewasa. Padahal dia karakter favoritku. Beda dari anggota Sunny lainnya, dia sangat pendiam, dingin dan misterius(pertama liat aku lngsung jatuh cinta sm karakter ni). Ow ya, dia juga yang paling cantik di antara yang lain  But, over all film ini keren banget. Mengingatkan pada persahabatan waktu masih sekolah dulu. Nuansa 80an terasa banget disini. Mulai dari setting, lagu, asessoris dan pakaian yang dipakai. Salut deh sama artistiknya. Pokoknya jangan sampai ketinggalan nonton nih film!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Softlens New More Dubai (Honey Brown)

Sebagai penderita mata minus aku jarang banget memakai softlens. Aku lebih memilih pakai kacamata untuk sehari-hari karena nggak ribet, dan hanya memakai softlens untuk event tertentu saja seperti kondangan atau acara spesial lain. Kebetulan bulan ini banyak banget undangan nikahan. Jadi aku memutuskan untuk beli softlens lagi. Walau hanya perintilan kecil aku ngerasa ini ngaruh banget untuk penampilanku keseluruhan. Meski baju dan dandanan udah cantik, kalau pakai kacamata tuh rasanya kurang perfect aja gitu.

Silly Gilly Daily: Rekomendasi Bacaan untuk Para Introvert

Beberapa tahun ini buku dengan konsep full colour dengan gambar-gambar ilustrasi sedang naik daun. Ditandai dengan munculnya buku #88LOVELIFE karya fashion blogger Diana Rikasari dan ilustrator Dinda PS pada tahun 2015 (Kabarnya buku ini sempat ditolak oleh penerbit sebelum akhirnya menjadi buku best seller ). Hingga baru-baru ini muncul buku yang fenomenal banget, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (nkcthi) yang langsung terjual 5000 eksemplar di menit-menit pertamanya (Aku termasuk salah satu yang menunggu2 buku ini terbit. Sampai harus bolak balik ke toko buku karena selalu sold out ). Kehadiran buku berilustrasi semacam ini menurutku memberi dampak sangat positif sehingga masyarakat antusias datang ke toko buku. Padahal dari segi harga buku ini tidaklah murah. Orang yang tadinya nggak suka membaca mulai tertarik dengan buku karena ilustrasinya. Bagi yang memang hobi membaca, mereka jadi punya alternatif bacaan yang nggak cuma berisi tulisan aja.

Talk about Relationship

Ada sebuah buku menarik berjudul Eneagram karya Renee Baron dan Elizabeth Wagele. Yang berisi tentang 9 tipe kepribadian manusia. Selain memberi ulasan tentang masing-masing tipe, buku ini juga memberikan semacam test untuk mengetahui termasuk ke dalam tipe manakah kita. Beberapa waktu lalu aku dan suami sama-sama mencoba test tersebut dan hasilnya cukup mengejutkan. Point tertinggi yang kuperoleh ada pada tipe romantis. Sebaliknya di tipe ini suami mendapat point terendahnya. Dari situ akupun menyadari apa yang sering menjadi akar masalah kami selama ini, terutama di tahun-tahun awal kami bersama. Kami memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Aku sering merasa suami terlalu cuek, tidak perhatian dan tidak romantis. Sebaliknya, mungkin ia merasa kesal karena aku terlalu melankolis dan lebay. Lalu bagaimana akhirnya kami bisa bertahan dengan perbedaan tersebut? Jodoh bukan berarti harus 100% langsung cocok. Butuh proses panjang untuk itu. Karena pada dasarnya setiap orang memili