Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Perjalanan Menemukan Mimpi Kembali Setelah Punya Anak

Sejak kecil aku menyukai dunia seni dan hal-hal berbau kreatif. Cita-citaku, kalau nggak jadi penulis ya ilustrator (baca: My Passion Story  ) Berangkat dari hal itu, aku memilih jurusan seni sebagai pendidikan formalku.  Selama ini aku cukup idealis dan ambisius dalam mengejar sesuatu. Di sekolah aku termasuk murid berprestasi. Aku senang ikut berbagai kompetisi dan sering memenangkan penghargaan. Aku juga berhasil mendapatkan beasiswa di kampus ternama yang menjadi impian banyak orang. Lalu, setelah lulus aku bekerja sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan fashion, sesuatu yang memang aku inginkan selama ini.  Tapi semuanya terhenti sejak aku punya anak. Aku merasa kehilangan banyak hal. Tidak adanya pencapaian membuatku merasa " unworthy ". Bisa dibilang itu menjadi salah satu titik terendahku (baca:  Perjalanan Seorang Ibu Berdamai dengan Diri Sendiri  )  Namun, di saat bersamaan, seolah Tuhan ingin memberitahuku, bahwa hidup tidak sekedar mengejar nilai dan angka-an

Mengenang Pak Christoporus AD

          Kemarin sore saya mendapat kabar mengejutkan dari seorang kawan yang mengatakan bahwa salah satu dosen kami di Politeknik Seni Yogyakarta telah meninggal dunia. Beliau adalah Pak Christoporus AD, dosen yang mengajar mata kuliah Video Shotting dan Editing semester 4 dan 5 lalu, yang sekaligus menjadi dosen pembimbing saya pada saat tugas akhir. Beliau menjadi salah satu dosen favorit saya di kelas. Kami mengenalnya sebagai dosen yang murah senyum dan murah hati, apalagi dalam   memberikan nilai. Saya jadi ingat tugas membuat video klip semester 4 lalu. Pekerjaan kelompok saya boleh dibilang hancur, jauh dari konsep yang saya bayangkan sebelumnya. Bahkan saat tiba waktunya presentasi, kami masih berusaha menyelesaikan tugas di kontrakan Kakin. Padahal Pak Chris dan teman-teman telah menunggu, tak ada satupun dari kelompok kami yang datang. Kami pikir Pak Chris akan marah karena itu, ternyata tidak. Beliau tetap meminta kami datang untuk presentasi meski dengan karya seadanya.